ceramahislam tentang orang munafik Kumpulan Contoh Kultum dan Ceramah Ramadhan Terbaru 2020. Secara umum, penyediaan teks ceramah Agama Islam terkait pembahasan umum masih baru Mau lebih banyak lagi? Pidato-ceramah ini telah kami terbitkan semenjak tahun 2013 hingga tahun 2020 ini dan masyoritas berkaitan perihal Kultum dan Ceramah SedangkanHudzaifah bin al-Yaman mendapatkan ilmu khusus tentang nama-nama orang munafik, yang hanya Rasulullah berikan untuknya. Sampai-sampai Umar bin Khattab RA pernah menanyakan pada Hudzaifah, "Apakah aku termasuk di antara mereka?". Maksud dari riwayat ini adalah, bahkan Umar yang kelak akan menjadi khalifah kedua pun sangat Akubersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Maka dikatakan kepadanya: Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantikannya untukmu dengan tempat duduk di surga. Maka dia dapat melihat keduanya. Qatadah berkata: Dan disebutkan kepada kami bahwa dia (hamba mu'min itu) akan dilapangkan dalam kuburnya. ceramahbahasa sunda tentang orang munafik Kumpulan Ceramah Ramadhan 2020 ini didedikasikan untuk para khatib/penceramah Ramadhan serta masyarakat Muslim secara umum. Pidato-pidato ini sudah kami terbitkan semenjak tahun 2013 hingga tahun 2020 ini dan masyoritas berkaitan seputar Kultum dan Ceramah Ramadhon. Dalamsurat An-Nisa ayat 145, Allah SWT berfirman dosa orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling bawah. Mereka tidak akan menerima pertolongan. Berikut bunyi ayatnya Iaharus mendahulukan kepentingan bersama daripada keperluannya sendiri. Ya, jadi pemimpin memang harus banyak berkorban. 5. Jangan Jadi Orang Munafik. Mengobral janji adalah mudah, menepati janji adalah amanah, janganlah mudah berjanji, dan ingatlah, ingkar janji adalah ciri orang munafik. Abdullah Gymnastiar. Kaliini CecepGaos.Com akan berbagi Lembar Kerja Siswa Interaktif Hadis Tentang Ciri-ciri Orang Munafik. Sebelum mengerjakan lembar kerja siswa tersebut, simak kembali video pembelajaran hadis tentang ciri-ciri orang munafik di bawah ini. Kemudian baca kembali materi hadis tentang ciri-ciri orang munafik DI SINI. Hikmahitu berupa ikhtiar kesadaran memanfaatkan pidato kebudayaan Mochtar Lubis sebagai pedoman agar saya harus melakukan Jihad Al Nafs alias berjuang menaklukkan hawa nafsu diri sendiri agar jangan menjadi manusia munafik, tidak enggan dan segan bertanggung jawab atas perbuatan sendiri, tidak bersifat dan berperilaku feodal, apalagi lemah PenjelasanHadist Mengenai Ciri Orang Munafik  Sumber gambar antum.or.id Hadits di atas merupakan hadist mengenai ciri-ciri orang munafik yang sudah sangat terkenal di masyarakat kita. Melalui hadits tersebut manusia senantiasa diperingatkan dan patutlah untuk berhati-hati agar tidak termasuk golongan orang-orang munafik. Lainhalnya dengan orang munafik yang tidak mau bersabar dan selalu menyalahkan allah atas musibah yang dialaminya, serta kufur terhadap nikmat yang diberikan. Pidato Agama Islam Singkat Tentang Ikhlas. Pidato Agama Islam - Dalam acara-acara keagamaan pidato memang sepertinya menjadi komposisi wajib untuk membuat sebuah acara keagamaan GgSZJh. Contoh muhadhoroh bahasa arab tentang orang munafik disertai artinya dan harokat lengkap. Judul pidato bahasa arab ini adalah Min Shifatil Munafiq / Sifat Orang Munafik. Pidato bahasa arab tentang munafik ini membahas tentang sebagian sifat dan karakter orang munafik yang disebutkan dalam hadits nabi disertai penjelasannya. Pidato Bahasa Arab ini diringkas dari ceramah seorang Syaikh penutur asli Bahasa Arab dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Semoga dapat menjadi alternatif bahan latihan pidato Bahasa Arab bagi para pelajar di berbagai sekolah dan pesantren Islam. مِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِ Pembukaan الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ Isi Pidato عِبَادَ اللهِ وَرَدَ فِي الصَّحِيْحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ”. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ “آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ، وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَهُ مُسْلِمٌ هَذِهِ الْأَنْوَاعُ الَّتِي ذُكِرَتْ فِي هَذَا اْلحَدِيْثِ تُسَمَّى الْنِّفَاقُ الْعَمَلِيُّ، وَهَذِهِ لَيْسَتْ كُلُّ عَلَامَاتِ النِّفَاقِ إِنَّمَا بَعْضُهَا، وَإِلَّا فَهُنَاكَ عَلَامَاتٌ أُخْرَى ذُكِرَتْ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَلَكِنَّنَا هُنَا نَقْتَصِرُ عَلَى شَرْحِ هَذِهِ الْعَلَامَاتِ الْوَارِدَةِ فِي هَذَا الْحَدِيْثِ . نَسْأَلُ اللهَ الْعَافِيَةَ مِنْهَا فَقَوْلُهُ “إِذَا حَدَثَ كَذَبَ فَاِذَا رَأَيْتَ الشَّخْصَ يُكْثِرُ مِنَ الْكَذِبِ وَلَا يُبَالِي وَيَتَفَنَّنُ فِيْهِ وَيَتَعَمَّدُهُ، فَهَذهِ عَلَامَةٌ مِنْ عَلَامَاتِ النِّفَاقِ، وَمِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ كَثْرَةُ اْلكَذِبِ، وَقَدْ شَهِدَ اللهُ تَعَالَى بِذَلِكَ فَقَالَ سُبْحَانَهُ ﴿ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ ﴾ [المنافقون 1] فَمَنْ أَرَادَ السَّلَامَةَ مِنَ النِّفَاقِ وَيَبْتَعِدُ عَنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ، فَلْيَلْزَمِ الصِّدْقَ، وَلِيَبْتَعِدْ عَنِ الْكَذِبِ؛ فَإِنَّ الصِّدْقَ طَرِيْقٌ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، كَمَا أَنَّ الْكَذِبَ طَرِيْقٌ إِلَى كُلِّ شَرٍّ فَفِي الصَّحِيْحَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ؛ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا. وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ؛ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا وَقَوْلُهُ “إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَهَذِهِ صِفَةٌ ثَانِيَةٌ مِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ، وَهِيَ إِخْلَافُ الْمَوْعِدِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي وَصْفِهِمْ ﴿ وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ * فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ * فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ ﴾ [التوبة 75 – 77]. فَالْمُنَافِقُ يَعِدُ النَّاسَ فَيُخْلِفُ وَعْدَهُ عَمْدًا مِنْ دُوْنِ عُذْرٍ، لَا وَفَاءَ لَدَيْهِ. وَقَوْلُهُ “وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ فَمِنْ عَلَامَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ أَنَّهُمْ يَخُوْنُوْنَ فِي الْأَمَانَةِ. وَرَبُّنَا سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَأْمُرُنَا بِأَدَاءِ الْأَمَانَةِ، وَيَنْهَانَا عَنْ خِيَانَتِهَا، فَقَالَ سُبْحَانَهُ ﴿ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدّواْ الأَمَانَاتِ إلى أهْلِهَا ﴾ [النساء 58]، وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾ [الأنفال 27] وَنَبْيُّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ “أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ” أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدُ وَابْنُ حِبَّانَ وَالدَّارِمِيُّ وَغَيْرُهُمْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ Penutup أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Arti Terjemahan الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita dan kekasih kita Muhammad ﷺ, keluarganya dan seluruh sahabatnya serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan. Adapun sesudah itu عِبَادَ اللهِ وَرَدَ فِي الصَّحِيْحَيْنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ”. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ “آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ، وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَهُ مُسْلِمٌ Wahai hamba-hamba Allah, Terdapat keterangan di dalam Ash-Shahihain kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tanda orang munafik ada tiga. Bila berbicara dia berdusta. Bila berjanji dia mengingkari menyelisihi janji. Dan bila diberi kepercayaan dia berkhianat.” Dalam riwayat Muslim, ”Tanda orang munafik ada tiga meskipun dia berpuasa, shalat dan mengaku dirinya seorang Muslim…” هَذِهِ الْأَنْوَاعُ الَّتِي ذُكِرَتْ فِي هَذَا اْلحَدِيْثِ تُسَمَّى الْنِّفَاقُ الْعَمَلِيُّ، وَهَذِهِ لَيْسَتْ كُلُّ عَلَامَاتِ النِّفَاقِ إِنَّمَا بَعْضُهَا Tanda-tanda yang disebutkan dalam hadits ini disebut dengan nifaq amali kemunafikan karena perbuatan. Tanda-tanda tersebut bukanlah keseluruhan tanda kemunafikan. Ini hanya sebagiannya saja. وَإِلَّا فَهُنَاكَ عَلَامَاتٌ أُخْرَى ذُكِرَتْ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَلَكِنَّنَا هُنَا نَقْتَصِرُ عَلَى شَرْحِ هَذِهِ الْعَلَامَاتِ الْوَارِدَةِ فِي هَذَا الْحَدِيْثِ . نَسْأَلُ اللهَ الْعَافِيَةَ مِنْهَا Ada banyak tanda-tanda kemunafikan lainnya yang disebutkan di dalam al-Kitab dan As-Sunnah. Namun di sini kita batasi hanya menjelaskan tanda-tanda yang disebutkan dalam hadits ini. Kita memohon kepada Allah keselamatan dari tanda-tanda kemunafikan ini. فَقَوْلُهُ “إِذَا حَدَثَ كَذَبَ Sabda beliau, ”Bila berbicara dia berdusta.” فَاِذَا رَأَيْتَ الشَّخْصَ يُكْثِرُ مِنَ الْكَذِبِ وَلَا يُبَالِي وَيَتَفَنَّنُ فِيْهِ وَيَتَعَمَّدُهُ، فَهَذهِ عَلَامَةٌ مِنْ عَلَامَاتِ النِّفَاقِ، وَمِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ كَثْرَةُ اْلكَذِبِ وَقَدْ شَهِدَ اللهُ تَعَالَى بِذَلِكَ Apabila kamu melihat seseorang yang banyak berdusta tanpa peduli sama sekali, lihai dalam berdusta dan sengaja melakukannya, maka ini adalah tanda kemunafikan. Di antara tanda orang munafik adalah banyak berdusta. Allah Ta’ala telah bersaksi tentang hal itu. فَقَالَ سُبْحَانَهُ ﴿ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ ﴾ [المنافقون 1] Allah Ta’ala berfirman, ” dan Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.” [Al-Munafiqun 1] فَمَنْ أَرَادَ السَّلَامَةَ مِنَ النِّفَاقِ وَيَبْتَعِدُ عَنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ، فَلْيَلْزَمِ الصِّدْقَ، وَلِيَبْتَعِدْ عَنِ الْكَذِبِ Siapa saja yang ingin selamat dari kemunafikan dan menjauh dari sifat orang – orang munafik maka berpegang teguhlah dengan kejujuran dan menjauhi kedustaan. فَإِنَّ الصِّدْقَ طَرِيْقٌ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، كَمَا أَنَّ الْكَذِبَ طَرِيْقٌ إِلَى كُلِّ شَرٍّ Sesungguhnya kejujuran itu jalan menuju semua kebaikan sebagaimana kebohongan itu jalan menuju semua keburukan. فَفِي الصَّحِيْحَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ؛ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا. وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ؛ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا Di dalam Ash-Shahihain dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda, ”Bersikap jujurlah kalian. Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada al-Birr semua jenis kebaikan. Dan Al-Birru itu akan mengantarkan menuju ke surga. Sungguh seseorang terus menerus bersikap jujur dan berusaha untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan jauhilah kebohongan. Sesungguhnya kebohongan itu menunjukkan kepada kefajiran / al-fujuur segala jenis maksiat dan penyimpangan dari kebenaran dan kefajiran itu akan mengantarkan menuju neraka. Sungguh seseorang terus menerus berdusta dan berusaha untuk berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” وَقَوْلُهُ “إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ Sabda beliau, ”Bila berjanji dia mengingkari menyelisi janji.” وَهَذِهِ صِفَةٌ ثَانِيَةٌ مِنْ صِفَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ، وَهِيَ إِخْلَافُ الْمَوْعِدِ Ini adalah sifat kedua dari sifat-sifat orang munafik, yaitu menyelisihi janji. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي وَصْفِهِمْ ﴿ وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ * فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ * فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ ﴾ [التوبة 75 – 77] Allah Ta’ala berfirman saat menerangkan sifat mereka, وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ٧٥ ”Di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah dan niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ ٧٦ Akan tetapi, ketika Allah menganugerahkan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling seraya menjadi penentang kebenaran. فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَآ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ ٧٧ Maka, akibat kekikiran itu Dia menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada hari mereka menemui-Nya karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. [At-Taubah 75-77] فَالْمُنَافِقُ يَعِدُ النَّاسَ فَيُخْلِفُ وَعْدَهُ عَمْدًا مِنْ دُوْنِ عُذْرٍ، لَا وَفَاءَ لَدَيْهِ Jadi orang munafik itu berjanji kepada orang-orang lalu menyelisihi janjinya secara sengaja tanpa udzur. Tidak ada sifat setia pada dirinya. وَقَوْلُهُ “وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ Dan sabdanya, ”Dan bila diberi kepercayaan dia berkhianat.” فَمِنْ عَلَامَاتِ الْمُنَافِقِيْنَ أَنَّهُمْ يَخُوْنُوْنَ فِي الْأَمَانَةِ. وَرَبُّنَا سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَأْمُرُنَا بِأَدَاءِ الْأَمَانَةِ، وَيَنْهَانَا عَنْ خِيَانَتِهَا Di antara tanda orang-orang munafik adalah mereka itu mengkhianati amanah. Tuhan kita Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk melaksanakan amanah dan melarang dari mengkhianatinya. فَقَالَ سُبْحَانَهُ ﴿ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدّواْ الأَمَانَاتِ إلى أهْلِهَا ﴾ [النساء 58] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya.” [An-Nisa’ 58] وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾ [الأنفال 27] Allah Azza wa Jalla juga berfirman, ”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui.” [Al-Anfal 27] وَنَبْيُّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ “أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ” أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدُ وَابْنُ حِبَّانَ وَالدَّارِمِيُّ وَغَيْرُهُمْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ Nabi kita ﷺ bersabda, ”Tunaikanlah amanat kepada orang yang memberikan amanat itu kepadamu dan jangan mengkhianati orang yang berkhianat kepadamu.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Hibban, Ad-Darimi dan yang lainnya dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu] أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya dan bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. [i] [i] Jakarta - Munafik atau nifak adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Bahkan, di dalam Al quran Allah menyebut orang munafik pada 13 ayat. Nah, apa saja ciri orang munafik?Dalam surat An-Nisa ayat 145, Allah SWT berfirman dosa orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling bawah. Mereka tidak akan menerima pertolongan. Berikut bunyi ayatnyaArab اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ Latin innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār, wa lan tajida lahum naṣīrāArtinya Sungguh, orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi ciri orang munafik yang dirangkum detikcomTanda-tanda orang munafik disebutkan dalam empat ciri. Berdasarkan hadist riwayat Muslim nomor 58, dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,Arab أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَArtinya ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu jika diberi amanat, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat hadis tersebut, ciri orang munafik dapat dikenal dengan sifat berdusta, ingkar Janji, berkhianat, dan itu, agar terhindar dari ciri orang munafik sebaiknya umat Islam membaca doa yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam hadis riwayat Al-Hakim nomor 1944 Rasulullah bersabdaArab اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْكُفْرِ ، وَالْفُسُوقِ ، وَالشِّقَاقِ ، وَالنِّفَاقِ ، وَالسُّمْعَةِ ، وَالرِّيَاءِArtinya Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, kemunafikan, sum'ah, dan kita buka termasuk dalam ciri orang munafik. pay/erd Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 092358 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d81ff14edbab8c1 • Your IP • Performance & security by Cloudflare